Narasi

Lompatan Besar Arah Baru Indonesia dari NARASI ke GERAKAN (2)

Posted On
Posted By admin

Arah Baru

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah antitesa dari kegagalan dan kebekuan masa lalu. Gerakan Arah Baru Indonesia harus mengevaluasi secara komprehensif agar kesalahan atau kegagalan di masa lalu tidak terulang lagi di masa depan.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan sosial-politik yang akan berintegrasi dengan negara, dikelola dengan manajemen yang modern dan milenial, tidak terkungkung pada manajemen yang kaku dan beku.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan terbuka dan dinamis. Menghimpun banyak orang dari berbagai kalangan dan lapisan, dari berbagai macam disiplin ilmu dan profesi, sehingga dapat berkontribusi penuh dalam pengelolaan negara.

Gerakan Arah Baru Indonesia membangun pola hubungan yang dinamis dan egaliter dengan semua elemen bangsa, sehingga mampu menghimpun banyak bakat dan potensi serta pemikiran, ide-ide dan gagasan di elaborasi demi kemaslahatan gerakan dan bangsa.

Gerakan Arah Baru Indonesia tidak mengandalkan pengelolaan model struktur-fungsional, tetapi lebih pada model sel aktif dan networking. Jadi semua orang punya kesempatan yang sama dalam berkontribusi sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang membangun sistem dan bekerja berdasarkan sistem, bukan berdasarkan kehendak orang per orang apalagi otoritarianisme.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang mampu mengembangkan ekonomi dan bisnis buat dirinya dan masyarakat, sehingga menjadi gerakan yang mandiri.

Gerakan Arah Baru Indonesia bersinergi dengan semua unit-unit fungsional negara; eksekutif, yudikatif, legislatif, TNI dan Polri, sehingga gerakan menjadi bagian supporting system negara.

Gerakan Arah Baru Indonesia gerakan yang berorientasi mengambil kontribusi optimal dalam pengelolaan negara dalam posisi-posisi strategis negara, sehingga bisa berperan aktif dalam mewujudkan tujuan-tujuan berbangsa dan bernegara.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang punya “timeline” untuk memimpin dan mengelola negara, terdistribusi di strategi harian, bulanan, tahunan, lima tahunan dan duapuluh tahunan. Terencana dan terukur.

Gerakan Arah Baru Indonesia gerakan yang akan melahirkan kepemimpinan publik yang egaliter, terbuka, dinamis dan dialogis tidak anti kritik. Kepemimpinan yang membuka banyak kanal agar setiap orang bisa berkontribusi dan berpartisipasi dalam gerakan.

Gerakan Arah Baru Indonesia akan melahirkan kepemimpinan berbasis integritas dan kompetensi. Integritas tanpa kompetensi atau kompetensi tanpa integritas bukanlah model kepemimpinan ideal. Integritas adalah karakter, sedangkan kompetensi adalah kemampuan melakukan tugas, keduanya harus ada dalam kepemimpinan.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang selalu mengembangkan integritas dan kompetensi sumberdaya manusia, terutama kompetensi yang dibutuhkan dalam pengelolaan negara yang efektif.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang menjaga integritas personal dan gerakan dengan bingkai akhlaqul karimah sesuai prinsip-prinsip ajaran agama.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang membangun kolaborasi kekuatan gerakan atau organisasi dengan ketokohan personal. Gerakan dan ketokohan personal dalam jagad sosial-politik Indonesia tidak bisa dipisahkan, keduanya saling berkaitan.

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang selalu senantiasa membaca secara berkala pertumbuhan “landscap” sosial-politik lokal dan nasional. Sehingga gerakan selalu seirama dengan situasi sosial-politik yang berkembang.

Integrasi 

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa agama, dalam hal ini Islam sebagai referensi universal dalam kehidupan manusia, baik sebagai individu ataupun dalam kehidupan kolektif dan bernegara.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa Islam yang syamil dan mutakamil adalah solusi persoalan bangsa dalam semua aspek. Universalitas Islam menyangkut semua aspek hidup dan kehidupan manusia dan alam semesta.

Gerakan Arah Baru Indonesia mendorong elaborasi secara optimal nilai-nilai universal Islam yang termaktub dalam Al Quran dan As-Sunnah sebagai inspirasi dan referensi dalam membuat platform bangsa kedepan tanpa mengabaikan situasi kekinian dan kedisinian.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa nilai-nilai Islam yang universal bisa diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menggunakan perangkat-perangkat negara modern.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan bisa terintegrasi menjadi sebuah satu kesatuan yang membentuk platform bangsa Indonesia ke depan.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa nasionalisme adalah bagian dari nilai-nilai Islam yang universal. Apalagi sejarah lahirnya bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan ummat Islam dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa demokrasi adalah perangkat yang tersedia dalam membangun sebuah negara modern. Terlepas dari belum sempurnanya sistem demokrasi di Indonesia, demokrasi adalah perangkat terbaik saat ini dalam mengakomodasi semua kepentingan-kepentingan rakyat.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa Islam bisa berintegrasi dengan demokrasi. Elaborasi dan ijtihad kontemporer akan selalu dikembangkan dalam proses mengintegrasikan Islam dengan demokrasi.

Gerakan Arah Baru Indonesia meyakini bahwa demokrasi harus melahirkan kesejahteraan bagi bangsa. Gerakan Arah Baru Indonesia mendorong semua elemen bangsa mampu mengelola demokrasi sehingga melahirkan negara sejahtera.

Gerakan Arah Baru Indonesia punya misi; Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan terintegrasi menjadi platform bangsa ke depan dengan melibatkan elemen bangsa lainnya, pemeluk agama lainnya, sehingga terjadi konsensus nasional dalam membangun Indonesia ke depan.

Gerakan Arah Baru Indonesia mendorong konsensus nasional dalam mengintegrasikan agama, nasionalisme, demokrasi dan kesejahteraan, sehingga tercapai platform bangsa yang mengakomodasi semua agama, budaya, etnis dan suku.

Dalam aspek teknis Gerakan Arah Baru Indonesia mendorong lahirnya issue-issue strategis bersama yang menjadi agenda bersama sehingga semua elemen bangsa bisa gotong-royong membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kompetensi

Gerakan Arah Baru Indonesia adalah gerakan yang membangun kompetensi unggul setiap individu. Membangun integrasi antara Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan butuh kompetensi.

Karena Gerakan Arah Baru Indonesia bercita-cita membangun integrasi antara Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan maka minimal ada 4 kompetensi besar individu yang harus dimiliki;

Pertama, Kompetensi Keislaman. Kompetensi keislaman meliputi pemahaman dasar-dasar Islam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi pemahaman yang berujung pada lahirnya akhlaqul karimah.

Kompetensi Keislaman yang berujung pada lahirnya akhlaqul karimah akan melahirkan individu yang memiliki integritas di mata publik. Jika dilakukan secara kolektif oleh Gerakan Arah Baru Indonesia maka akan menjadi integritas gerakan.

Kompetensi agama lain juga pada implementasinya harus berujung pada lahirnya individu-individu yang memiliki integritas di mata publik, sehingga berlakulah nilai-nilai kebaikan universal yang ada dalam semua agama.

Kedua, Kompetensi kebangsaan yang akan melahirkan nasionalisme. Kompetensi kebangsaan ini meliputi sejarah Indonesia sejak masa sebelum menjadi negara bangsa modern, ketika menjadi negara modern dan selanjutnya memasuki orde lama, orde baru dan irde reformasi. (Silakan baca buku Anis Matta “Gelombang Ketiga”)

Kompetensi kebangsaan juga mencakup memahami nilai-nilai dasar bangsa Indonesia seperti gotong-royong, tepo seliro, persatuan dan nilai lainnya yang menjadi kontributor pembentukan karakter bangsa

Kompetensi kebangsaan juga mencakup perspektif tentang konsensus-konsensus para “the founding father” ketika merintis jalan lahirnya bangsa Indonesia, baik dalam aspek ideologi, budaya dan kebangsaan.

Kompetensi kebangsaan yang dapat melahirkan jiwa nasionalisme akan menjadi sikap mental perjuangan dari Gerakan Arah Baru Indonesia.

Ketiga, Kompetensi Demokrasi. Kompetensi ini adalah kompetensi yang memiliki banyak aspek, karena kompetensi demokrasi sama dengan kompetensi dalam mengelola negara. (Sebagai pemahaman awal silakan baca buku Anis Matta “Menikmati Demokrasi”)

Kompetensi demokrasi meliputi bagaimana mengelola instrumen-instrumen demokrasi dengan asas-asas persamaan, kesetaraan, keadilan dan kemanusiaan.

Kompetensi demokrasi juga mencakup bagaimana mengelola instrumen negara seperti yudikatif, legislatif, eksekutif dan cabang-cabang kekuasaan lainnya dalam model pengelolaan negara modern yang berorientasi pada kesejahteraa rakyat.

Kompetensi demokrasi mencakup juga mengelola organisasi masyarakat atau partai politik sebagai bagian dari instrumen demokrasi.

Mengelola organisasi masyarakat atau partai politik maka banyak kompetensi teknis yang dibutuhkan. Leadership, manajerial, komunikasi, negosiasi, lobby dan kompetensi lainnya akan menjadi kompetensi yang dibutuhkan dalam mengelola demokrasi dan negara. Gerakan Arah Baru Indonesia akan menjadikan capaian kompetensi tersebut dengan berfokus pada “capacity building”.

Keempat, Kompetensi Kesejahteraan. Kompetensi kesejahteraan intinya adalah keterampilan mengelola sumberdaya. Baik sumberdaya manusia atau sumberdaya alam. Pengelolaan sumberdaya ini berorientasi pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia baik fisik maupun psikologis.

Kompetensi kesejahteraan ini adalah kompetensi dalam menciptakan kesejahteraan jangka panjang, yang dapat mengecilkan ketimpangan ekonomi dalam negeri.

Kompetensi kesejahteraan ini menuntut elaborasi mendalam tentang mesin pertumbuhan ekonomi baru yang menciptakan kemandirian ekonomi.

 

 

Related Post

leave a Comment