[ Garbi ]

Dari Kongres Garbi kita besarkan nama Indonesia

Menuju Kongres Garbi

 

Sejak muncul kelahirannya, Garbi banyak menyedot rasa penasaran publik. Terlebih organisasi masyarakat ini diprakarsai oleh salah satu ikon Tokoh Nasional, Politisi dan Cendekiawan bernama Fahri Hamzah. Bang FH begitu di sapa, adalah ikon politisi muda yang pendapatnya begitu dinanti karenanya boleh dibilang sebagai politisi genuine.

Namun tidak banyak diketahui jika Garbi yang kepanjangan dari Gerakan Arah Baru Indonesia itu telah melebarkan sayap hampir di seluruh provinsi. Dengan struktur dan infrastrukturnya dari sini nampak jika Garbi salah satu ormas yang cepat bereskalasi secara nasional.

Garbi banyak diisi anak-anak muda lintas etnis, agama, dan budaya. Dari sini Garbi jauh dari kesan ekslusif dan kaku. Karena Garbi menganggap untuk memperjuangkan sebuah bangsa harus dengan merangkul dan mengajak diskusi agar nalar berfikir terus hidup.

Sekilas Ormas Garbi

Garbi lahir dari rasa keresahan terhadap kondisi bangsa dan situasi global yang makin terlihat friksi. Atas kecemasan itu Garbi menilai bangsa kita memerlukan peta dan kompas baru untuk mengembalikan peran “Bung Besar”. Kompas itu lah yang menurut Garbi diperlukan agar tidak ada kekosongan ide dan narasi.

Dengan tagline Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan, Garbi mengambil bagian untuk mengisi sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Mengaitkan diantara keempat sub-tagline tersebut menjadi hal yang tak terpisahkan.

Histori keagamaan sebagai bangsa yang beragama dan rasa nasionalisme harus menyatu. Sebagaimana KH. Hasyim Asyari’ mengatakan agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari ajaran agama yang saling menguatkan.
Sementara demokrasi dan kesejahteraan, keduanya juga memiliki relasi. Demokrasi adalah peran kolektif masyarakat untuk membangun nilai ekonomi, membangun partisipasi politik dan menjaga kedaulatan hukum.

Sebagai catatan Garbi bukanlah lahir dari masa lalu sebuah partai, bukan juga lahir dari ide personal. Tapi Garbi adalah wadah baru yang mengajak insan Indonesia untuk ikut serta menjadi pemersatu rasa perbedaan, sikap chauvinisme, dan mengajak membawa Indonesia menjadi kekuatan 5 besar dunia.

Dengan launching yang sudah dilakukan di hampir seluruh kota dan provinsi, Garbi mengajak agar Indonesia unggul di sisi Ekonomi, Teknologi dan Militer.
Mengapa harus ketiganya? Karena dengan faktor itu suatu bangsa disegani. Saat ini harus diakui hanya 2 negara adidaya yang menjadi player game soal ekonomi, politik, teknologi dan militer dunia yakni Amerika dan Cina.

Dari Kongres Besarkan Indonesia

Berawal dan berbekal dari diskusi-diskusi yang dilakukan di berbagai daerah, Garbi selanjutnya memandang diperlukan struktur yang lebih terpusat agar ide-ide yang lahir dari bawah ini dapat diserap dalam lingkup lebih luas.
Atas dasar itu, awal Oktober lalu berkumpullah pimpinan-pimpinan Garbi dari berbagai daerah di Jakarta yang menghasilkan disepakati adanya Musyawarah Nasional Garbi.

Kongres Garbi yang direncanakan bulan November ini di Kaltim menjadi sejarah besar berkumpulnya perwakilan Pengurus Garbi daerah yang diharapkan melahirkan aksi baru terhadap kontribusi Garbi yang lebih konkrit.

Dari sini Garbi akan terlihat serius dalam memperjuangkan ide dan gagasannya, maka tak berlebihan jika kita bisa mengatakan “Dari Kongres Garbi kita besarkan nama Indonesia”.

Surya Yuniza
Garbi Kaltara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *